Apparently my ex sudah nikah lagi dan balik ke Jakarta awal tahun kemaren with his new bride.
Dia sudah move on dengan caranya sendiri.
Aku sudah move on juga (well...kynya sih) dengan caraku sendiri.
It's for the best. I couldn't give him what he wanted. Dgn begini kan fair. Kita mendapat yg kita inginkan masing2 meski hrs berpisah. Krn esensi mencintai itu bukan memiliki, tp mendahulukan kebahagiaan mereka yg kita cintai.
Dia dan keluarganya ga ada yg kasih tau aku. Sedalam itukah luka yg kuakibatkan? Padahal aku mau dtg kl diundang, mau terus silahturahmi.
Kl di posisi mereka, mungkin aku melakukan hal yg sama. Atau tidak. Ga tau lah. Yg kutau pasti he didnt care about our late dog. Fair enough. Krn bagi dia dan keluarganya, aku ga care jg dgn perasaan mereka.
Ok. No regrets then. Since I believe nikah cuma sekali seumur hidup, aku ga berkeinginan untuk nikah lg. Apalagi main2. Jadi yg di Sby itu jg musti lewat. Kupikir baik2 semlm, aku ga mau jalanin proses itu lg. Ini move on' ku.
No comments:
Post a Comment